Soal Supardi, Yerry: “Ayo Tanyakan Saja Pengusaha Tambang Emas!”

Foto: YERRY BASRI MAK, SH.

Manokwari Papua Barat, KD. Ketua LSM resmi Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua Yerry Basri Mak, SH pagi tadi menyampaikan kekesalannya.

Kepada kabar daerah dalam komunikasi langsung seluler what’sapp (30/10 WIT, pkl. 07:59), dia meminta untuk diberitakan unek-uneknya yang tidak menerima pemberitaan Hak Jawab oknum Wartawan Supardi.

Pasalnya, kata Yerry, pemberitaan hak jawab itu seolah-olah membenarkan 100 persen oknum wartawan salah satu media online bernama Supardi, yang sama sekali tidak kotor tangannya menerima uang hasil praktek kejahatan pertambangan ilegal {ILEGAL MINING} di Manokwari, Papua Barat.

“Saya kemarin baca berita Hak Jawab yang dikeluarkan media online nasional kabardaerah.com yang selama ini kita di Papua tahu, sangat getol dan intens, eksis sekali menulis berita-berita kasus Ilegal Mining di Manokwari.

Jujur saya sangat kaget sekali. Saya jadi menduga wartawan KD dan Pimpinan Kaperwil sama Pimpinan Umumnya di kantor Redaksi Kabar Daerah di Jakarta atau di Riau, sudah kemasukan angin.

Aneh tapi nyata. Kalau berita itu sudah terbit dari KD Nasional, menurut hemat saya berarti pimpinan umumnya sudah berkoordinasi dengan bawahannya Kepala Perwakilan Kabar Daerah di Papua. Sudah sama-sama sepakat, makanya berita itu bisa naik atau dipublish.

Tapi kalau tidak lalu kemudian berita itu naik begitu saja secara sepihak, berarti ada apa?. Publik yang menjadi pembaca setia media KD di Papua dan di Papua Barat jadi bertanya-tanya. Iya kan?.

Berita Hak Jawab itu jelas seolah-olah sangat membenarkan oknum wartawan SUPARDI, bahwa orang ini sudah hidup benar dalam menjalankan tugas jurnalistiknya di Manokwari secara jujur menjaga kode etik profesi wartawan,  dan sama sekali dia tidak pernah membekap oknum-oknum mafia tambang emas ilegal di Manokwari.

Sebagai ketua LSM resmi yang selama ini bersuara keras menyoroti dan mengecam pertambangan ilegal di Manokwari dan di Tanah Papua, saya sangat menolak model pemberitaan hak jawab seperti itu. Saya sangat kesal membaca berita Hak Jawab membela SUPARDI memang.

Menurut saya itu sama saja menciderai perjuangan kami di Tanah Papua selama ini, baik wartawan KD dan kami aktifis LSM, secara khusus dalam menyoroti maraknya aktifitas ilegal mining di Manokwari provinsi Papua Barat”, tegas Yerry dengan nada marah dan kesal.

Ditambahkannya menutup pernyataannya, ketua lsm meminta pimpinan redaksi media online oknum wartawan yang bersangkutan, agar distop-presskan dari keanggotaan media tersebut, karena menurutnya jelas-jelas sudah mencoreng nama media tersebut.

“Sebagai ketua lsm resmi di Papua, saya minta oknum wartawan atas nama SUPARDI supaya diberhentikan dari status keanggotaan media online yang bersangkutan, karena sudah sangat jelas menciderai atau mencoreng nama medianya sendiri.

Pemimpin Redaksi, Pemred ataupun Pimred dan Pimpinan Umum media dari oknum SUPARDI, kami LSM Wadah Genarasi Anak Bangsa di Papua minta supaya segera Stop-Presskan oknum wartawan yang bersangkutan.

Dan kepada para pengusaha tambang emas yang menggunakan alat berat Exsavator selama ini di Manokwari, khusus yang sudah kasih upeti atau uang suap 86 kepada oknum SUPARDI, saya minta dengan tegas, tolong kasih kesaksian dan keterangan yang benar, transparan dan jelas kepada kami LSM dan MEDIA.

SUPARDI ini tangannya sudah kotor atau atau memang sama sekali masih bersih 100 persen kah?, dari ikut menikmati uang hasil tambang emas ilegal?.

Baik Media KD atau Media yang lain, agar kami gelar konferensi pers secara terbuka, untuk mengangkat hal ini ke publik.

Benar atau tidak oknum SUPARDI ini kerap menerima upeti atau uang suap 86 dari oknum-oknum pengusaha tambang emas ilegal di Manokwari, pak SUPARDI bersama pengusaha tambang emas harus berani buka suara.

Termasuk beberapa bukti transfer atas nama SUPARDI yang sudah kita ketahui, saya minta supaya tolong pak SUPARDI kasih keterangan konfirmasi dan klarifikasi yang transparan dan akurat ke publik untuk diketahui.

Dari mana saja dan untuk apa pemberian uang atas namanya itu, diberikan oleh oknum-oknum pengusaha tambang emas ilegal kepadanya?.

Pak SUPARDI harus bisa menjelaskan alasannya untuk memberi konfirmasi dan klarifikasinya yang akurat dan terbuka, jelas.

Sebagai ketua lsm saya mau lihat kejujuran dan intelegensinya, kalau betul dia itu seorang wartawan yang cakap dan berwawasan luas sebagai seorang insan pers yang paham betul UU Perss nomor 40 Tahun 1999″, tutup Yerry kepada papua.kabardaerah.com. 📢: Red. KD. Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *